Postingan

JILBAB TRAVELER LOVE SPARKS IN KOREA (2016) REVIEW: PETUALANGAN SEORANG PENJELAJAH BERJILBAB MERAMPUNGKAN KISAH CINTANYA

Gambar
Verdict:  bagi yang mencari tontonan drama religi yang penuh dengan ajaran Islam, Jilbab Traveler jelas bukan film untuk anda. Karena semenjak bingkai pembuka hingga penutup, film ini memang telah dirancang secara khusus untuk tampil seindah dan seringan mungkin dalam menuturkan kisah cinta lintas benuanya. Dan di sinilah, Jilbab Traveler tampil sangat maksimal. Film Jilbab Traveler: Love Sparks In Korea dibuka dan dinarasikan oleh seorang penjelajah perempuan bernama Rania (Bunga Citra Lestari) yang berasal dari keluarga Islam yang taat. Sewaktu remaja, Rania mengalami gegar otak dan membuatnya tidak dapat mengenyam pendidikan di perguruan tinggi. Demi mengembalikan semangat putrinya, sang ayah meminta Rania untuk menjadi seorang penjelajah dan berkeliling melihat dunia.  Suatu ketika, Rania bertemu dengan seorang pemuda dari Korea, Hyun Geun (Morgan Oey) dan pemandunya, Alvin (Ringgo Agus Rahman) di Baluran, tempat di mana ayah dan ibu Rania bertemu untuk pertama kalinya. Se...

KOALA KUMAL (2016) REVIEW: KOMEDI PATAH HATI YANG KUMAL

Gambar
Satu hal yang pasti disinggung oleh Raditya Dika ketika ia menjadi pembicara adalah kisah perjuangannya dari nol hingga menjadi komedian paling terkenal di Indonesia saat ini. Dari penonton stand-up comedy yang hanya terdiri dari empat-lima orang termasuk ibunya, kini menjadi jutaan jiwa. Apa yang dilakukan Dika di masa remajanya itu memang adalah sesuatu yang luar biasa dan pantas untuk dibanggakan. Bahkan di film-film yang ditulisnya pun, ia seringkali menggunakan back story yang sama pada karakter yang dilakoninya sebagai solusi dari masalah yang dihadapi oleh karakter-karakter rekaannya itu.     Cerita kesuksesan Raditya Dika memang sangat menginspirasi banyak orang, tetapi tidak dengan film-filmnya. Dibuat untuk target penonton dengan rentang usia ABG, film-film Dika sejauh ini tidak pernah menjadi film komedi yang dapat memuaskan semua kalangan. Tema jomblo dan patah hati, lengkap dengan rangkaian fart jokes dan humor slapstick , hanya ampuh merangsang saraf tawa par...

CAPTAIN AMERICA CIVIL WAR: IMAX + MOVIE REVIEW

Gambar
Genre: Action Negara: Amerika Distributor: Walt Disney Pictures (Buena Vista) Indonesia Tanggal Rilis: 27 April 2016 (wide) Format: Regular 2D, Regular 3D, Sphere X 3D, IMAX 3D, 4DX 3D Movie: 5/5 Russo Brothers mengambil jalan yang berbeda untuk bercerita dan menyajikan konflik internal antar superhero-nya dengan tetap tampil fun dan penuh humor. Hasilnya? Captain America Civil War tidak hanya berhasil menghidupkan cerita dan keputusan-keputusan mengejutkan para karakternya yang akan mengajak penontonnya berpikir, tetapi juga berhasil menjadi installment Marvel Cinematic Universe yang terbaik, kelam, dan paling menyentuh yang pernah dibuat. About IMAX 3D Experience Konsep dasar teknologi 3D yang diusung IMAX ini kurang lebih sama dengan Real D 3D, di mana layar dan proyektornya yang bekerja secara aktif, sedangkan kacamata 3D bekerja secara pasif. Alhasil, gambar yang dihasilkan lebih terang dan meminimalisir (bahkan hampir tidak ada) kemunculan  ghosting  atau gambar ganda k...

SURAT CINTA UNTUK KARTINI (2016) REVIEW: CERITA CINTA FIKSI IBU KARTINI

Gambar
Setelah kesuksesan luar biasa film Habibie dan Ainun tahun 2012 silam, genre biografi yang mengangkat tokoh penting Indonesia langsung menjadi tren film blockbuster di kalangan sineas dan rumah produksi di Indonesia. Kisah perjuangan tokoh-tokoh besar seperti Soekarno, Jendral Sudirman, H.O.S. Tjokroaminoto, sampai Jokowi pun akhirnya diadaptasi ke dalam medium film dengan skala produksi yang tidak main-main. Tetapi dari begitu banyak film biografi yang dirilis dalam empat tahun terakhir ini, masih sedikit sineas Indonesia yang berani mengangkat tokoh pahlawan perempuan ke layar lebar. Dulu sempat ada film R.A. Kartini (1982) yang diadaptasi oleh Sjuman Djaya dari buku Kartini: Sebuah Biografi tulisan Sitisoemandari Soeroto, kemudian Tjoet Nja’ Dhien (1988) arahan Eros Djarot, dan baru-baru ini yang masih segar di ingatan, Sokola Rimba (2013), yang mengisahkan tentang perjuangan Butet Manurung memberi pendidikan untuk anak-anak rimba di hutan Bukit Duabelas. Agak mengejutkan sebena...

BATMAN V SUPERMAN DAWN OF JUSTICE (2016): THE GOOD, THE BAD, AND THE UGLY

Gambar
Batman v Superman: Dawn of Justice adalah salah satu film terpenting tahun ini. Bagi Warner Bros. dan DC, BvS adalah cetak biru proyek raksasa mereka sampai tahun 2020 nanti. Bagi para fans, BvS adalah cinematic event yang bisa mereka banggakan kepada para fanboy Marvel yang sudah lebih dahulu menikmati tim superhero mereka. Tetapi sayang, Zack Snyder bersama timnya kembali membagi penonton menjadi dua kubu, antara fans yang sangat puas dan penonton yang kecewa; kesalahan serupa yang juga pernah terjadi di film Man of Steel . Dan jurang ini justru semakin lebar di film BvS, di mana para fans sampai nekad untuk menyebar kebencian luar biasa terhadap reaksi-reaksi negatif BvS di media-media sosial.   Oleh karena itu, daripada menulis ulasan konvensional seperti biasanya, review untuk Batman v Superman kali ini dikategorisasikan berdasarkan bagian-bagian terbaik (the good) , bagian yang kurang baik (the bad) , dan kelemahan-kelemahan utama dalam film Batman v Superman (the ugly) ....