Postingan

Menampilkan postingan dengan label 1 star

SURAT CINTA UNTUK KARTINI (2016) REVIEW: CERITA CINTA FIKSI IBU KARTINI

Gambar
Setelah kesuksesan luar biasa film Habibie dan Ainun tahun 2012 silam, genre biografi yang mengangkat tokoh penting Indonesia langsung menjadi tren film blockbuster di kalangan sineas dan rumah produksi di Indonesia. Kisah perjuangan tokoh-tokoh besar seperti Soekarno, Jendral Sudirman, H.O.S. Tjokroaminoto, sampai Jokowi pun akhirnya diadaptasi ke dalam medium film dengan skala produksi yang tidak main-main. Tetapi dari begitu banyak film biografi yang dirilis dalam empat tahun terakhir ini, masih sedikit sineas Indonesia yang berani mengangkat tokoh pahlawan perempuan ke layar lebar. Dulu sempat ada film R.A. Kartini (1982) yang diadaptasi oleh Sjuman Djaya dari buku Kartini: Sebuah Biografi tulisan Sitisoemandari Soeroto, kemudian Tjoet Nja’ Dhien (1988) arahan Eros Djarot, dan baru-baru ini yang masih segar di ingatan, Sokola Rimba (2013), yang mengisahkan tentang perjuangan Butet Manurung memberi pendidikan untuk anak-anak rimba di hutan Bukit Duabelas. Agak mengejutkan sebena...

VAKANSI YANG JANGGAL DAN PENYAKIT LAINNYA (2013): PERJALANAN ABSURD DAN KEAMBIGUITASANNYA YANG JANGGAL

Gambar
2013 / Yosep Anggi Noen / Indonesia / 84 minutes / 1.66:1 / R Setelah berlalu lalang di layar festival-festival film bergengsi, baik yang berskala nasional maupun internasional sejak tahun 2012 kemarin, Peculiar Vacation and Other Illnesses (atau lebih dikenal dengan judul Vakansi yang Janggal dan Penyakit Lainnya ) akhirnya menyapa publik di bioskop di beberapa kota besar di Indonesia. Sama seperti film-film bergenre arthouse lainnya, film panjang pertama Yosep Anggi Noen ini juga mengusung tema yang tidak biasa, yang dituturkan dengan gaya bercerita yang tidak biasa pula. Narasi Vakansi yang Janggal dan Penyakit Lainnya dibagi menjadi dua bagian; cerita pertama berkisah tentang Ning (Christy Mahanani), seorang wanita biasa-biasa saja yang baru pindah tempat kerja ke toko interior. Di lingkungan baru itu, Ning bertemu dengan seorang pria bernama Mur (Muhammad Abe Baasyin) dan mereka ditugaskan untuk mengantar sofa ke rumah kliennya yang jauh dari kota. Seiring perjalanan itu, M...

LA TAHZAN (2013) REVIEW : JANGAN BERSEDIH, PARA PENONTON

Gambar
2013 / Indonesia / 98 Minutes / Danial Rifki / 1.85:1 / PG Jika Hollywood menjadikan momen Summer sebagai ladang subur untuk menanam dan menuai investasi besar-besarannya, maka libur Lebaran dapat dikatakan sebagai Summer Momment bagi para produser film Indonesia untuk merilis film-film unggulannya. Penggusuran film-film blockbuster Hollywood dari slot XXI dan Blitzmegaplex biasanya mulai dilakukan pada hari awal libur Lebaran demi memberikan layar sebanyak-banyaknya untuk memutar film-film unggulan tersebut--ya gampangannya, gantian dengan film dari negeri sendiri.   Falcon Pictures, salah satu rumah produksi besar di Indonesia, pun tidak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk merilis La Tahzan, film berbudget besar yang melakukan proses syuting di Jepang dan dibintangi oleh aktor-aktris yang termasuk papan atas di Indonesia seperti Atiqah Hasiholan, Ario Bayu, Joe Taslim, sampai Dewi Irawan. Susunan kru-nya pun tidak main-main. Ada Danial Rifki yang memulai debutnya di kursi sutra...

BEAUTIFUL--PATHETIC, ANNOYING--CREATURES (2013) REVIEW

Gambar
BEAUTIFUL CREATURES 2013 / 124 Minutes / Richard LaGravenese / US / 2.39:1 / PG-13 Demam Harry Potter-Twilight yang melanda kaum eksekutif Hollywood ternyata masih belum menunjukkan tanda-tanda penyurutan meski kedua franchise tersebut sudah menuturkan ceritanya sampai tuntas. Untuk tahun ini saja, di luar film-film adaptasi dongeng klasik yang juga lagi ngetren, cukup banyak film-film-fantasi-yang-berharap-menjadi-franchise akan dirilis di bioskop; termasuk Beautiful Creatures--yang akan kita bahas kali ini, sampai sequel Percy Jackson dan The Hunger Games yang sudah angkat nama terlebih dahulu. Apakah Beautiful Creatures berhasil meluncurkan franchise baru seperti harapan para petinggi Warner Bros.? Sayangnya, tidak. Beautiful Creatures termasuk salah satu usaha Hollywood yang terbilang gagal untuk meluncurkan franchise baru. Alasannya pun masih sama seperti puluhan judul film lain yang sudah memulainya terlebih dahulu : ia terlalu berupaya untuk menjiplak formula Harry Potter dan Tw...

G.I JOE RETALIATION (2013) : BOOM, BOOM, AND BOO

Gambar
G.I JOE RETALIATION 2013 / 110 Minutes / Jon M. Chu / US / 2.39:1 / PG-13 Pecinta film dan sineas Indonesia memang masih bersungut-sungut ketika film tanah air berkualitas masih belum berhasil menarik para penonton untuk menyaksikan filmnya. Mereka menyalahkan masyarakat yang masih belum percaya dengan kualitas film negaranya sendiri dan lebih memilih menonton film Hollywood. Lucunya, species serupa yang tinggal di Amerika juga mengomelkan hal yang sama. Di Amerika sendiri, masyarakat juga lebih menyukai film-film blockbuster yang hanya menjual ledakan dan tidak pernah berhasil memenuhi kriteria dasar film yang baik. Sineas-sineas berkelas yang belum pernah membuat film berpendapatan $100 juta pun cenderung kesulitan mencari dana karena biar bagaimanapun, uang tetap nomor satu, talenta nomor dua. Kuantitas (selalu) di atas kualitas Sehingga tidak perlu terkejut ketika Paramount mengumandangkan sekuel dari G.I Joe yang jelas gagal total di mata kritikus dan bahkan di mata penonton seka...