Postingan

Film Death Note Versi Hollywood Akan Mengusung Tema Dewasa

Gambar
Sutradara Adam Wingard membicarakan update terbaru seputar film adaptasi Death Note versi Hollywood yang disutradarainya. Sutradara Adam Wingard ( The Guest, Blair Witch ) mengatakan dalam wawancaranya dengan Collider.com bahwa film adaptasi Death Note yang disutradarainya akan memuat tema dewasa dan adegan kekerasan berdarah-darah. Film adaptasi Death Note sebelumnya sempat memicu kontroversi karena aktor-aktor yang memerankan karakter utamanya sangat berbeda jauh dengan yang digambarkan di komik / anime-nya. Ada Nat Wolff sebagai Light, Keith Stanfield sebagai L, dan Willem Dafoe sebagai Shinigami. Death Note segera tayang di Netflix tahun 2017 mendatang.

Sully (2016): Movie + IMAX 2D Review

Gambar
VERDICT: Minimalis, tetapi begitu mengesankan, Clint Eastwood membangun intensitas film  Sully melalui eksekusi yang realistis dan performa luar biasa Tom Hanks yang diabadikan dengan tata sinematografi yang berani. MOVIE: 3.5/5 Sebagai film pertama dalam sejarah sinema yang seluruh adegannya difilmkan dengan kamera  IMAX ,  Sully  mungkin terlihat terlalu sederhana dan minimalis. Tetapi sejak awal, sutradara Clint Eastwood memang tak pernah mendorong  Sully  untuk menjadi film visual spectacles . Beliau memanfaatkan kamera IMAX untuk memberikan tontonan bernyawa yang sangat intens dan realistis yang tidak akan bisa kalian temukan di layar reguler. Melalui film ini pula, Tom Hanks  kembali membuktikan bahwa ia adalah aktor yang luar biasa. Di balik aktingnya yang understated itu, penonton bisa memahami apa yang dialami dan dipikirkan Sully hanya lewat ekspresi wajah dan gerak-geriknya. ABOUT IMAX EXPERIENCE Sully hanya tersedia dalam format IMAX...

Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 1 (2016) Review: Komedi Yang Terlalu Bergantung Pada Bumbu Nostalgia

Gambar
  VERDICT:  K eputusan Falcon dan Anggy Umbara untuk membagi Jangkrik Boss  menjadi dua bagian membuat film ini kehilangan banyak momentumnya, dan seringkali, terasa terlalu bergantung pada elemen nostalgia-nya. KOMEDI YANG TERLALU BERGANTUNG PADA BUMBU NOSTALGIA Setelah dua orang personilnya, Wahyu Sardono dan Kasino Hadiwibowo, meninggal dunia dan menyisakan Indrodjojo Kusumonegoro seorang, tak ada yang menyangka grup lawak Warkop DKI bisa tampil kembali di layar lebar dengan sederet pemain baru, 22 tahun setelah film terakhir mereka, Pencet Sana Pencet Sini , dirilis tahun 1994 silam. Di film reboot ini, tugas sutradara Anggy Umbara dan para cast tidaklah mudah. Pasalnya, Warkop DKI Reborn tidak hanya harus bisa memuaskan para penggemar lamanya, tetapi juga memperkenalkannya kepada generasi baru yang belum pernah mengincip film bioskop dan serial TV Warkop. Sebagai penonton yang tidak tumbuh bersama film-film komedi Warkop, saya cukup was-was ketika Falcon Pictures m...

Me Before You (2016) Review

Gambar
VERDICT:  sama seperti yang dikatakan orang-orang tentang Lou,  Me Before You  sebenarnya mempunyai potensi. Tapi sayang, potensi itu disia-siakan oleh naskah  mediocre  dan akting  lead actress -nya yang berlebihan, membuat film ini menjadi tidak ada bedanya dengan film-film roman  cheesy  lainnya yang mudah dilupakan. FULL REVIEW Diadaptasi sendiri oleh Jojo Moyes dari novel tulisannya, Me Before You berkisah tentang Lou Clarke (Emilia Clarke), seorang perempuan ceria penuh potensi yang baru saja dipecat dari pekerjaannya di toko roti. Akibat desakan ekonomi keluarganya yang kurang mampu, Lou berusaha mencari pekerjaan dengan gaji besar secepat mungkin.   Dewi keberuntungan rupanya berpihak padanya. Pasangan suami-istri Traynor yang kaya-raya membuka lowongan untuk menjadi suster putra mereka yang lumpuh karena kecelakaan, William Traynor (Sam Claflin), selama enam bulan. Parasnya yang cantik dan ceria membuat Lou berhasil mendapat pekerjaa...

REVIEW: Train To Busan (2016)

Gambar
VERDICT: Train to Busan is one of the best zombie movie ever made.   100  FULL REVIEW Train to Busan berkisah tentang Seok Woo (Gong Yoo), seorang manager sukses yang dipaksa menemani putrinya ke Busan untuk bertemu dengan ibunya. Pada saat yang bersamaan, terjadi zombie outbreak yang menyebar luas di Korea, termasuk di dalam kereta yang ditumpangi oleh Seok Woo. Ketika berhenti di stasiun bukan lagi pilihan cerdas, Seok Woo bersama dengan seisi penumpang lain harus bertahan hidup di dalam kereta yang terus melaju kencang. Zombie bisa dibilang sebagai salah satu ikon dunia film horror yang paling populer di dunia. Meski formula cerita yang digunakan selalu sama sejak era George A. Romero mempopulerkan zombie apocalypse di franchise ‘ of the Dead’ -nya, seperti tokoh antagonis yang bermula dari virus, lalu menyebar lewat gigitan, dan sekelompok manusia sehat yang berusaha bertahan hidup menjadi fokus utamanya, film-film zombie selalu sukses mendatangkan penonton yang mencar...

JILBAB TRAVELER LOVE SPARKS IN KOREA (2016) REVIEW: PETUALANGAN SEORANG PENJELAJAH BERJILBAB MERAMPUNGKAN KISAH CINTANYA

Gambar
Verdict:  bagi yang mencari tontonan drama religi yang penuh dengan ajaran Islam, Jilbab Traveler jelas bukan film untuk anda. Karena semenjak bingkai pembuka hingga penutup, film ini memang telah dirancang secara khusus untuk tampil seindah dan seringan mungkin dalam menuturkan kisah cinta lintas benuanya. Dan di sinilah, Jilbab Traveler tampil sangat maksimal. Film Jilbab Traveler: Love Sparks In Korea dibuka dan dinarasikan oleh seorang penjelajah perempuan bernama Rania (Bunga Citra Lestari) yang berasal dari keluarga Islam yang taat. Sewaktu remaja, Rania mengalami gegar otak dan membuatnya tidak dapat mengenyam pendidikan di perguruan tinggi. Demi mengembalikan semangat putrinya, sang ayah meminta Rania untuk menjadi seorang penjelajah dan berkeliling melihat dunia.  Suatu ketika, Rania bertemu dengan seorang pemuda dari Korea, Hyun Geun (Morgan Oey) dan pemandunya, Alvin (Ringgo Agus Rahman) di Baluran, tempat di mana ayah dan ibu Rania bertemu untuk pertama kalinya. Se...

KOALA KUMAL (2016) REVIEW: KOMEDI PATAH HATI YANG KUMAL

Gambar
Satu hal yang pasti disinggung oleh Raditya Dika ketika ia menjadi pembicara adalah kisah perjuangannya dari nol hingga menjadi komedian paling terkenal di Indonesia saat ini. Dari penonton stand-up comedy yang hanya terdiri dari empat-lima orang termasuk ibunya, kini menjadi jutaan jiwa. Apa yang dilakukan Dika di masa remajanya itu memang adalah sesuatu yang luar biasa dan pantas untuk dibanggakan. Bahkan di film-film yang ditulisnya pun, ia seringkali menggunakan back story yang sama pada karakter yang dilakoninya sebagai solusi dari masalah yang dihadapi oleh karakter-karakter rekaannya itu.     Cerita kesuksesan Raditya Dika memang sangat menginspirasi banyak orang, tetapi tidak dengan film-filmnya. Dibuat untuk target penonton dengan rentang usia ABG, film-film Dika sejauh ini tidak pernah menjadi film komedi yang dapat memuaskan semua kalangan. Tema jomblo dan patah hati, lengkap dengan rangkaian fart jokes dan humor slapstick , hanya ampuh merangsang saraf tawa par...